Home KpopPsy Hadapi Kasus Dugaan Resep Obat Psikotropika

Psy Hadapi Kasus Dugaan Resep Obat Psikotropika

by maull
4 views

Penyanyi Korea Selatan, Psy, menghadapi tindakan hukum terkait dugaan Psy obat psikotropika. Ia diduga menerima resep obat psikotropika tanpa menjalani pemeriksaan medis secara langsung. Psy juga diduga meminta manajer atau pihak ketiga untuk mengambil obat tersebut.

Menurut sumber hukum pada 26 Agustus, Kantor Kejaksaan Distrik Barat Seoul telah mendakwa secara singkat Psy dan seorang profesor dokter dari rumah sakit universitas di Seoul. Keduanya diduga melanggar Undang-Undang Pelayanan Medis Korea Selatan.

Dakwaan tersebut diajukan pada 22 Juli. Sementara itu, empat orang lainnya, termasuk staf medis dan manajer Psy yang turut diperiksa dalam kasus ini, mendapat keputusan penangguhan dakwaan.

Hingga kini, pengadilan dilaporkan belum mengeluarkan perintah hukuman singkat terhadap Psy maupun profesor tersebut.

Apa Itu Dakwaan Singkat dalam Kasus Psy?

Dakwaan singkat merupakan prosedur hukum ketika jaksa meminta pengadilan menjatuhkan denda atau hukuman finansial lainnya tanpa mengadakan persidangan formal.

Proses tersebut dilakukan berdasarkan dokumen tertulis yang diajukan kepada pengadilan. Jika salah satu pihak tidak menerima keputusan tersebut, mereka dapat meminta agar kasus dilanjutkan melalui persidangan resmi.

Psy Diduga Menerima Obat Psikotropika Tanpa Pemeriksaan

Dalam kasus Psy obat psikotropika, penyanyi tersebut diduga menerima resep Xanax dan Stilnox dari sebuah rumah sakit universitas di Seoul sejak 2022 hingga tahun lalu tanpa menjalani pemeriksaan medis secara langsung.

Ia juga dituduh meminta manajer atau pihak ketiga lainnya untuk mengambil obat tersebut.

Xanax dan Stilnox merupakan obat yang digunakan untuk kondisi tertentu, termasuk gangguan kecemasan dan masalah tidur. Penggunaan obat tersebut perlu mempertimbangkan kondisi pasien dan aturan medis yang berlaku.

Dalam kasus ini, Profesor A diduga memberikan resep kepada Psy tanpa melakukan pemeriksaan secara langsung.

Polisi Sebelumnya Merujuk Enam Orang ke Kejaksaan

Kasus tersebut sebelumnya diselidiki oleh Kantor Polisi Seodaemun di Seoul. Polisi memperoleh rekam medis dari rumah sakit sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Pada 29 Mei, polisi merujuk enam orang ke kejaksaan tanpa penahanan. Mereka termasuk Psy, profesor dari rumah sakit universitas, manajer Psy, serta sejumlah staf medis.

Mereka dirujuk atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Pelayanan Medis Korea Selatan.

Mengapa Pengambilan Obat oleh Orang Lain Dibatasi?

Meminta orang lain mengambil obat dari apotek tidak selalu berarti melakukan pelanggaran hukum. Namun, terdapat aturan tertentu mengenai resep dan pengambilan obat melalui perwakilan.

Dalam kondisi normal, dokter harus memeriksa pasien secara langsung sebelum memberikan resep. Pengambilan obat oleh orang lain juga hanya diperbolehkan dalam situasi tertentu yang telah ditetapkan oleh hukum.

Beberapa kondisi memungkinkan anggota keluarga atau pihak tertentu mengambil obat untuk pasien yang tidak sadarkan diri atau mengalami kesulitan bergerak secara signifikan. Namun, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

Dokter juga harus memastikan bahwa obat yang diberikan sesuai dan aman berdasarkan kondisi pasien.

Siapa yang Dapat Mengambil Obat sebagai Perwakilan?

Aturan di Korea Selatan membatasi pihak yang dapat mengambil obat resep untuk pasien. Pihak yang memenuhi syarat dapat mencakup orang tua, anak, pasangan, atau saudara kandung pasien.

Selain itu, pekerja tertentu di fasilitas kesejahteraan medis bagi lansia atau fasilitas tempat tinggal bagi penyandang disabilitas juga dapat memenuhi persyaratan dalam kondisi tertentu.

Orang yang mengambil obat sebagai perwakilan biasanya harus menyerahkan identitas diri, permohonan, serta dokumen yang membuktikan hubungan dengan pasien.

Karena itu, status sebagai teman atau rekan kerja tidak otomatis membuat seseorang memiliki kewenangan untuk mengambil resep milik orang lain.

Mengapa Obat Psikotropika Mendapat Perhatian Khusus?

Pembatasan resep dan pengambilan obat bertujuan memastikan kondisi pasien tetap dipantau oleh tenaga medis. Kondisi kesehatan seseorang dapat berubah meskipun gejala yang dirasakan terlihat sama.

Selain itu, obat yang sedang dikonsumsi pasien juga dapat berubah. Hal tersebut dapat memengaruhi pilihan obat, dosis, efek samping, hingga kemungkinan interaksi dengan obat lain.

Aturan tersebut menjadi perhatian lebih besar untuk narkotika dan obat psikotropika karena jenis obat tersebut memiliki potensi penyalahgunaan dan ketergantungan.

Dalam program percontohan telemedisin di Korea Selatan, pemberian resep serta penyaluran narkotika dan obat psikotropika secara jarak jauh juga memiliki pembatasan.

Dengan demikian, obat psikotropika tidak dapat begitu saja diresepkan secara jarak jauh atau diambil oleh pihak ketiga tanpa memenuhi ketentuan yang berlaku.

Namun, anggota keluarga atau pengasuh yang mengambil obat pasien dari apotek tidak otomatis dianggap melakukan pelanggaran. Penilaiannya bergantung pada berbagai faktor, seperti keabsahan resep, pemenuhan persyaratan pengambilan melalui perwakilan, serta aturan khusus yang berlaku untuk obat tersebut.

Tentang Psy dan Kariernya di Industri Musik Korea

Psy lahir pada 1977 dengan nama Park Jae Sang. Ia memulai debutnya di industri musik Korea Selatan pada 2001 melalui album studio pertamanya.

Setelah debut, Psy merilis sejumlah lagu seperti “Bird”, “Champion”, “Paradise”, dan “Entertainer”.

Namanya kemudian dikenal di seluruh dunia setelah merilis “Gangnam Style” pada 2012. Lagu tersebut menjadi bagian dari album keenam Psy dan berhasil meraih popularitas besar secara internasional.

“Gangnam Style” juga mencatat prestasi di berbagai tangga musik dunia. Lagu tersebut bertahan di posisi No. 2 Billboard Hot 100 selama tujuh minggu berturut-turut dan pernah menduduki posisi puncak UK Official Singles Chart.

Video musik “Gangnam Style” juga menjadi video YouTube pertama yang menembus lebih dari 1 miliar penayangan pada Desember 2012.

Setahun kemudian, video musik “Gentleman” juga mencatat lebih dari 38 juta penayangan dalam 24 jam pertama.

Psy kemudian melanjutkan kariernya melalui berbagai lagu, termasuk “Hangover”, “Daddy”, “New Face”, dan “That That”. Ia juga dikenal aktif menggelar konser musim panas tahunan bertajuk “Summer Swag”.

Pada 2019, Psy mendirikan agensi hiburan P NATION. Langkah tersebut memperluas kiprahnya di industri hiburan, tidak hanya sebagai penyanyi, tetapi juga sebagai produser dan eksekutif.

Kasus Psy Obat Psikotropika Masih Berproses

Kasus Psy obat psikotropika masih berada dalam proses hukum. Dakwaan singkat telah diajukan, tetapi pengadilan dilaporkan belum mengeluarkan perintah hukuman singkat terhadap Psy dan profesor dokter yang terlibat.

Karena proses hukum masih berlangsung, dugaan pelanggaran tersebut perlu dipandang berdasarkan fakta dan keputusan hukum yang nantinya dikeluarkan oleh pengadilan.

You may also like