
Apakah Anda merasa bahwa semakin banyak perusahaan internal yang meluncurkan acara penghargaan mereka sendiri setiap tahun? Sulit untuk mengabaikan bagaimana kalender terus dipenuhi dengan upacara baru yang mengklaim untuk merayakan pencapaian tetapi sering kali terasa berulang-ulang atau tidak perlu.
Tahun ini saja memperkenalkan acara baru, seperti KGMA (Korean Global Music Awards) yang diselenggarakan oleh Ilgan Sports, perusahaan yang sama di balik “Golden Disc Awards” yang telah lama berjalan. Tambahan lainnya adalah ‘TikTok Awards Korea’ perdana, yang diadakan pada tanggal 15 November.
Meskipun sangat menyenangkan melihat musik dirayakan dengan cara yang berbeda, banyaknya acara penghargaan baru mulai terasa berlebihan. Ambil contoh ‘TikTok Awards Korea,’ misalnya. Adakah yang tahu bahwa hal ini sedang terjadi? Meskipun menampilkan penampilan dari grup-grup populer seperti aespa, FIFTY FIFTY, Kep1er, UNIS, dan 8TURN, tampaknya hanya ada sedikit gebrakan atau keriuhan di sekitar acara tersebut.
Sementara itu, KGMA berusaha memposisikan dirinya sebagai acara besar dengan jajaran artis yang lebih luas. Namun demikian, acara ini tidak sesuai dengan harapan, karena masalah produksi yang nyata. Pemirsa melihat sudut kamera yang janggal, yang menunjukkan panggung yang kosong atau penonton yang tidak antusias. Bahkan, penataannya pun menimbulkan tanda tanya, dengan satu panggung yang menyerupai permadani besar di lantai, sehingga membuat acara ini terasa kurang sempurna.
Semua ini menimbulkan pertanyaan: Apakah kita benar-benar membutuhkan begitu banyak upacara penghargaan? Beberapa tahun yang lalu, para penggemar sangat menantikan acara-acara akhir tahun seperti acara penghargaan SBS, MBC, dan KBS, di samping MAMA dan Golden Disc Awards. Saat itu, acara-acara tersebut merupakan perayaan inti dari industri ini, dan kelangkaannya membuat acara-acara tersebut terasa istimewa.
Sekarang, dengan kebangkitan K-pop secara global, sepertinya setiap perusahaan ingin mendapatkan keuntungan dengan membuat acara mereka sendiri, yang sering kali disertai dengan penghargaan baru secara acak. Meskipun acara-acara ini menampilkan pertunjukan yang fantastis, mereka menuntut banyak hal dari para idola. Setiap penampilan harus unik, membutuhkan persiapan, latihan, dan kreativitas yang luar biasa, yang dapat melelahkan bagi para artis yang memiliki banyak komitmen.
Selain itu, upacara ini bersifat maraton, berlangsung selama beberapa jam. Tidak jarang kita melihat para idola beristirahat setelah duduk selama berjam-jam melalui pertunjukan dan pidato. Tahun ini, G-Dragon BIG BANG membuat lelucon licik saat menerima penghargaan ‘Music Visionary Artist of the Year’ di MAMA Awards 2024, dengan mengatakan, “Oh, penghargaan baru ini dibuat agar semua orang tidak bertengkar.” Komentarnya menyoroti kelelahan dan, mungkin, keraguan yang dirasakan oleh para seniman tentang lanskap penghargaan yang terus berkembang.
Jangan lupakan waktunya. Acara penghargaan ini mendominasi musim liburan-waktu ketika kebanyakan orang berkumpul dengan orang-orang terkasih untuk merayakannya. Namun, bagi para idola, ini hanyalah hari kerja biasa. Akan sangat menyegarkan jika mereka dapat beristirahat sejenak selama periode ini untuk memulihkan tenaga dan menghabiskan waktu bersama keluarga mereka sebelum terjun ke tahun depan.
Jadi, bagaimana menurut Anda? Apakah semua acara penghargaan internal ini sepadan, atau akankah acara yang lebih sedikit namun lebih megah akan memberikan dampak yang lebih besar? Mungkin akan lebih menarik lagi jika beberapa dari acara ini diadakan di lokasi internasional, sehingga para penggemar di seluruh dunia dapat merasakan keajaibannya dari dekat.