
Seringkali, para penggemar terlibat dalam diskusi yang membandingkan label K-Pop, dengan fokus pada kekuatan dan genre yang mereka sukai. Namun, perbandingan semacam itu terkadang bisa menyesatkan, karena setiap label mengembangkan suaranya yang khas. Meskipun benar bahwa beberapa label mengkhususkan diri pada ceruk musik tertentu, bukan berarti mereka identik dalam pendekatan mereka. Identitas sonik yang unik dari setiap label adalah aspek penting dari karakter mereka. Untuk mengilustrasikan keragaman ini, mari kita pelajari beberapa perusahaan K-Pop yang terkenal dengan suara label mereka yang unik dan individual.
SM ENTERTAINMENT
Lagu-lagu SM sering kali memiliki jembatan gaya R&B dan sangat berfokus pada vokal, dengan pelapisan vokal daripada musik. Sering kali, hal ini dikarenakan lagu-lagu mereka dibuat oleh tim produksi yang sama, sehingga memberikan konsistensi. Bridge R&B mereka adalah elemen paling jelas yang langsung membuat Anda menyadari, “ah, ini SM.” Sebagai contoh, Can’t Bring Me Down dari EXO adalah lagu diss yang lembut, bukannya lagu rap cepat hip-hop hardcore.
KQ ENTERTAINMENT
Meskipun hanya beranggotakan ATEEZ dan xikers, keduanya memiliki suara yang sangat khas yang membedakan mereka karena tim produser Edenary+Hongjoong, namun Anda juga dapat mengetahui bahwa mereka berdua berasal dari perusahaan yang sama. Bagian reff terakhir selalu sangat intens, dengan kemungkinan adanya jeda tarian dan getaran yang tidak menyenangkan, membuat keseluruhan struktur lagu dan produksi lagu ini selalu terdengar seperti soundtrack film.
YG ENTERTAINMENT
Bahkan jika Anda bukan penggemar artis YG Entertainment, kemungkinan besar Anda akan tahu bahwa ini adalah lagu yang dibuat oleh mereka, apakah itu lagu balada atau lagu pesta. YG mungkin memiliki suara yang paling jelas di seluruh K-Pop, terutama dengan gaya lagu “Teddy”, yang membuatnya sangat jernih. Mereka mungkin memiliki jumlah artis dan rilisan yang cukup terbatas, namun semuanya sangat terkenal. Grup mereka menyukai beat yang cepat, diikuti dengan paduan suara instrumental EDM dan tarian di akhir lagu. Beberapa vokalis mereka juga memiliki teknik bernyanyi yang khas, yang lebih dikenal dengan sebutan “kursif”.