
Tanggal 3 Oktober, SM Entertainment lewat fitur ‘KWANGYA 119’ umumkan mereka baru aja ngelaporin lebih dari 200 laporan pidana terkait aktivitas jahat di internet yang nargetin artis-artis mereka.
‘KWANGYA 119’ itu semacam posko pengaduan resmi dari SM di mana fans bisa langsung laporken akun-akun jahat ke perusahaan. Dengan mengumpulkan bukti dari laporan fans plus hasil pantauan sistem mereka sendiri, SM terus-terusan ambil tindakan hukum buat berbagai jenis kejahatan kayak sebar gosip palsu, fitnah, pelecehan seksual, deepfake, sampe hinaan ke artis.
SM mewanti-wanti, “Segala tindakan yang bikin mental dan fisik artis kita terganggu bisa aja ilegal dan kena hukuman. Hati-hati, deh, kalau enggak mau kena getahnya!”
Artis-artis di bawah SM tuh termasuk BoA, TVXQ, Super Junior, Girls’ Generation, SHINee, EXO, Red Velvet, NCT, WayV, aespa, RIIZE, dan masih banyak lagi.
Kenapa Bahasa Gaulnya Kayak Gitu?
- “Laporkan 200+ Akun Jahat”: Lebih singkat dan ngena daripada “mengajukan lebih dari 200 pengaduan pidana”.
- “Baru aja ngelaporin”: Nuansa kasual untuk “telah mengajukan”.
- “Posko pengaduan”: Menggambarkan ‘KWANGYA 119’ dengan lebih relatable.
- “Laporken”: Bentuk slang dari “melaporkan”.
- “Ambil tindakan hukum”: Lebih umum dipahami daripada “menindak secara hukum”.
- “Sebar gosip palsu”: Terjemahan yang pas untuk “spread of false rumors”.
- “SM mewanti-wanti”: Kata “mewanti-wanti” formal, tapi digabung dengan kalimat berikutnya yang santai.
- “Hati-hati, deh, kalau enggak mau kena getahnya!”: Ini inti dari gaya gaulnya. Mengalihkan peringatan resmi menjadi peringatan yang lebih sehari-hari dan mudah dicerna.
- “Kena getahnya”: Idiom yang pas untuk “terbawa-bawa dalam situasi yang tidak menyenangkan”.
- “Tuh termasuk”: Pengganti yang casual untuk “antara lain”.