Home Award ShowRed Velvet: Refleksi 10 Tahun, Dari Kesulitan hingga Kesuksesan dan Penemuan Diri

Red Velvet: Refleksi 10 Tahun, Dari Kesulitan hingga Kesuksesan dan Penemuan Diri

by PDaebak
240 views

Di saluran YouTube ‘Jjanhyung’ milik Shin Dong Yup, video berjudul “Red Velvet Berbagi Kisah Idola untuk Pertama Kalinya dalam 10 Tahun” dirilis pada tanggal 1.

Merayakan Ulang Tahun ke-10

Red Velvet merayakan ulang tahun mereka yang ke-10 dengan membagikan pemikiran dan pengalaman pribadi. Joy mengungkapkan rasa tidak percaya atas pencapaian ini dengan mengatakan, “Fakta bahwa ini adalah ulang tahun ke-10 kami tidak terasa nyata.” Yeri menambahkan, “Kami tidak terlalu ramah,” sementara Joy mengenang masa-masa trainee mereka, “Kami sering diminta, ‘Bagaimana kamu bisa menjadi selebriti?’ Ketika Tuan Lee Soo-man berbicara, kami harusnya menjawab ‘Ya!’ dengan percaya diri, tapi kami malah menjawab dengan malu-malu.

Aturan Bahasa dan Suasana Tim

Joy juga membahas aturan tentang penggunaan bahasa sopan, “Saya terbiasa berbicara informal dengan adik saya, tetapi di agensi, kami harus sangat sopan. Seulgi dan Wendy, yang merupakan anak bungsu di keluarga mereka, merasa canggung menjadi kakak perempuan dan sering berkata ‘Saya akan melakukannya’ dengan cara yang terlalu formal. Ketika Yeri bergabung, dia merasa aneh dan menyarankan agar kami berbicara secara informal, yang meningkatkan atmosfer tim.

Peraturan Ketat dan Transisi Generasi

Yeri menyoroti peraturan ketat bagi trainee SM, termasuk larangan jam malam dan kepemilikan ponsel. “Yang paling aneh, setelah debut, kami kehilangan ponsel yang kami miliki saat menjadi trainee. Saya bertanya-tanya mengapa hal itu perlu dilakukan.” Shin Dong-yup dengan candaan berkata, “Kalian harus menyalahkan para senior idola untuk itu.

Perubahan Generasi dan Persahabatan

Yeri juga mencatat bahwa generasi muda trainee SM tidak lagi menghadapi batasan seperti itu, “Kami adalah generasi terakhir yang mengalami itu. Ada perbedaan usia 8 tahun antara saya dan Irene. Ketika saya masih muda, itu terasa signifikan, tapi sekarang kami sangat dekat.” Seulgi menambahkan, “Melihat Yeri membawa perubahan besar dalam perspektif kami.

Perjalanan Menuju Debut

Joy berbagi pengalamannya ditempatkan dalam grup debut segera setelah lulus audisi, tinggal bersama tiga anggota lainnya, dan akhirnya debut sebagai empat anggota. Dia menjelaskan bahwa Yeri awalnya akan debut di girl grup berikutnya, yang memiliki budaya yang sangat berbeda.

Refleksi dan Pemikiran Mendatang

Yeri mengungkapkan perasaannya, “Saat saya diberitahu akan debut dengan Red Velvet, saya merasa lebih setia kepada teman-teman saya. Saya tidak ingin debut jika itu berarti meninggalkan mereka. Bukan bahwa saya tidak menyukai anggota senior, tapi rasanya seperti mengkhianati teman-teman saya.

Kesulitan dan Pemikiran Mendatang

Seulgi merefleksikan lagu hit mereka ‘Red Flavor,’ “Lagu ini sangat populer, tapi kami tidak memenangkan banyak posisi pertama. Saat itu musim hujan, dan meskipun lagu sukses, saya tidak bisa merasakannya sepenuhnya. Tetapi di mana pun kami pergi, ‘Red Flavor’ selalu diputar.

Kekhawatiran dan Nasihat

Joy bercerita tentang awalnya, “Saya selalu tersenyum di awal, tapi lama kelamaan saya merasa lelah. Lagu ‘Zimzalabim’ dimaksudkan untuk membawa kebahagiaan, jadi saya memutuskan untuk tersenyum setulus mungkin untuk menyampaikan perasaan itu, dan itu membuat saya lebih bahagia. Pada saat itu, saya tidak fokus pada performa di tangga lagu tapi pada makna lagu tersebut, berpikir bahwa ini mungkin panggung terakhir Red Velvet. Penggemar terlihat merasakan ketulusan kami.

Kesulitan dan Pemikiran Mendatang

Yeri mengenang masa-masa sulit selama ‘Red Flavor’ dan ‘Peek-A-Boo,’ “Itu masa-masa sulit secara fisik dan mental bagi kami. Tidak mudah bagi girl grup untuk mencapai ulang tahun ke-10, dan kami berpikir bagaimana merayakannya dengan sukacita.

Kekhawatiran dan Nasihat

Yeri juga menyampaikan kekhawatirannya yang realistis, “Seiring waktu, saya khawatir tentang masa depan saya. Menjadi selebriti bukanlah pekerjaan yang stabil.” Shin Dong-yup memberi nasihat, “Anda harus memiliki hati yang bersyukur untuk tidak merasa hampa dan membuat keputusan yang tepat.

Perjalanan Pemahaman Diri

Joy menyimpulkan dengan perjalanan menemukan dirinya sendiri, “Sulit untuk mengetahui siapa diri saya saat melakukan ini. Sebelum saya mengerti diri saya sendiri, orang sudah punya persepsi saya sebagai orang cerdas dan jernih. Saya mencoba memenuhi ekspektasi itu, tapi semakin sulit. Saya menyadari bahwa saya tidak berbicara pada diri sendiri, dan sejak itu, saya fokus untuk memahami diri saya lebih baik.

You may also like