
Spekulasi biaya penalti pemutusan kontrak NewJeans dengan ADOR mencapai 620 miliar KRW (sekitar 441 juta USD). Angka ini muncul dari percakapan KakaoTalk antara Min Hee Jin dan mantan wakil CEO ADOR, yang terungkap dalam perselisihan hukum dengan HYBE. Perhitungan didasarkan pada pendapatan bulanan anggota grup, diperkirakan 2 miliar KRW, dikalikan dengan sisa 62 bulan kontrak. Untuk satu anggota, biaya penalti mencapai 124 miliar KRW, dan totalnya untuk lima anggota adalah 620 miliar KRW.
Pada 13 November, NewJeans memperingatkan ADOR bahwa mereka akan mengakhiri kontrak jika enam tuntutan mereka tidak dipenuhi. Isu yang diajukan mencakup tuduhan pelecehan kerja, kegagalan menghapus foto-foto bocor, hingga dugaan sabotase internal oleh staf HYBE. Ada spekulasi bahwa tuntutan mereka bertujuan untuk mengembalikan Min Hee Jin sebagai pemimpin ADOR. Namun, Min Hee Jin mengundurkan diri dari posisi direktur internal ADOR pada 20 November, membuat hal tersebut tidak mungkin terjadi.
Tenggat waktu 27 November semakin dekat, dan situasi ini berpotensi berujung pada tuntutan hukum besar-besaran. Pengacara Cho Gwang Hee dari One Law Partners menilai, “Sebagian besar tuntutan NewJeans terkait HYBE, yang merupakan entitas terpisah dari ADOR.” Ia juga memperingatkan bahwa perhitungan penalti besar-besaran dapat memicu dugaan pra-kontak ilegal antara NewJeans dan Min Hee Jin.
Pendapatan ADOR pada 2022 mencapai 110,3 miliar KRW. Dengan kontrak tujuh tahun mereka yang baru berjalan dua tahun, konflik ini menarik perhatian besar karena dampak hukumnya.