Home KpopKementerian Pertahanan menyangkal dugaan hak istimewa militer BTS V dan mengungkapkan ketidaksesuaian dalam klaim Min Hee Jin

Kementerian Pertahanan menyangkal dugaan hak istimewa militer BTS V dan mengungkapkan ketidaksesuaian dalam klaim Min Hee Jin

by PDaebak
196 views

Mantan CEO ADOR, Min Hee Jin, memicu kontroversi setelah menyebut nama V BTS dalam sebuah wawancara. Ia menyatakan bahwa V menghubunginya saat menjalani wajib militer, yang memunculkan spekulasi tentang kemungkinan pemberian hak istimewa kepada V. Pernyataan ini memicu pengaduan resmi kepada Kementerian Pertahanan Korea Selatan, yang hasilnya kemudian dibagikan di komunitas online.

Kontroversi bermula pada 29 Oktober 2024, ketika Min Hee Jin hadir di acara Kim Young Dae’s School of Music. Dalam acara tersebut, ia berbagi pengalaman pribadi tentang hubungannya dengan V BTS, termasuk pesan yang diterimanya saat V sedang menjalani wajib militer.

Min Hee Jin berkata:

“V sesekali meneleponku dari militer. Aku bahkan bercanda, ‘Apakah kamu benar-benar di militer?’ karena dia sering menelepon. Dia ceria dan bersemangat. Ketika saya sedang mengalami masa sulit, dia menelepon saya dan berkata, ‘Noona, apakah kamu baik-baik saja?’ Pada hari ulang tahun saya, dia bahkan mengirimi saya SMS dari militer di tengah malam. Dia sangat baik dan perhatian.”

Namun, pernyataan tersebut menimbulkan kontroversi. Ulang tahun Min Hee Jin jatuh pada 16 Desember, sementara V baru saja mendaftar wajib militer pada 11 Desember. Hal ini berarti pesan tersebut dikirim saat V masih dalam pelatihan dasar, di mana penggunaan telepon sangat terbatas.

Seorang warga yang prihatin mengajukan keluhan resmi ke Kementerian Pertahanan. Dalam pengaduannya, warga tersebut menyebut pernyataan Min Hee Jin tidak masuk akal dan menduga adanya perlakuan istimewa.

Pengadu menulis:

“Ini adalah pelanggaran serius terhadap peraturan militer. Saya menduga pejabat militer menutup mata terhadap V karena dia adalah idola K-pop terkenal.”

Pengadu juga merujuk pada aturan militer, di mana peserta pelatihan hanya diizinkan menggunakan telepon pada jam-jam tertentu selama akhir pekan. Dengan demikian, klaim Min Hee Jin bahwa V menghubunginya pada tengah malam tampak mencurigakan.

Pada 20 November, tanggapan resmi dari Brigade Polisi Militer 802 dibagikan secara online. Dalam pernyataannya, Kementerian menegaskan bahwa tidak ada perlakuan istimewa yang diberikan kepada V BTS selama masa pelatihan.

Mereka menyatakan:

“Peserta pelatihan di Pusat Pelatihan Angkatan Darat diizinkan menggunakan ponsel selama satu jam pada akhir pekan dan hari libur. Kim Tae Hyung (V) menggunakan ponselnya sesuai jadwal sore, bukan pada waktu subuh, sesuai pedoman.”

Kementerian juga menekankan bahwa tidak ada bukti izin khusus atau pengecualian untuk V. Namun, rincian lebih lanjut tentang waktu dan isi percakapan tidak dapat diungkapkan karena peraturan privasi.

Klarifikasi dari Kementerian Pertahanan membantah tuduhan hak istimewa, tetapi menimbulkan pertanyaan tentang keakuratan pernyataan Min Hee Jin. Beberapa netizen menduga bahwa cerita tersebut mungkin dibesar-besarkan atau disampaikan secara tidak akurat, terutama klaimnya tentang waktu pengiriman pesan pada fajar.

Kontroversi ini mengundang perhatian publik terhadap pentingnya menjaga keakuratan informasi, terutama ketika menyangkut figur publik seperti V BTS.

Meski tuduhan hak istimewa telah dibantah, pernyataan Min Hee Jin tetap menjadi bahan perbincangan. Kasus ini menunjukkan dampak signifikan dari ucapan seorang tokoh publik terhadap reputasi pihak lain, sekaligus menyoroti pentingnya transparansi dalam berbagai aspek kehidupan militer.

You may also like