
Ju Haknyeon Klarifikasi Kasus dan Pengeluaran dari The Boyz
Mantan anggota The Boyz, Ju Haknyeon, akhirnya muncul untuk memberikan penjelasan mendetail mengenai kasus yang membuatnya keluar dari grup pada pertengahan 2025. Dalam wawancara eksklusif dengan Billboard, ia membuka suara untuk pertama kalinya setelah menghadapi rumor, pemberitaan intens, hingga gugatan bernilai besar dari mantan agensinya.
Haknyeon mengatakan bahwa ia ingin menyampaikan versinya agar publik bisa memahami situasi secara lebih objektif. Menurutnya, banyak informasi yang berkembang tidak sesuai fakta dan berdampak pada karier serta kehidupan pribadinya.
Pertemuan Pertama dengan Asuka Kirara di Bar
Dalam penjelasannya, Haknyeon menceritakan kembali malam ketika rumor itu bermula. Ia bertemu Asuka Kirara saat sedang berkumpul bersama beberapa teman di sebuah bar.
Mereka berbincang santai mengenai banyak hal, termasuk soal bisnis dan karier setelah Asuka meninggalkan industri AV.
Haknyeon menegaskan bahwa percakapan tersebut berlangsung di tempat umum dan melibatkan banyak orang. Tidak ada interaksi pribadi, apalagi tindakan yang mengarah pada tuduhan yang sempat beredar. Penjelasannya ini juga didukung oleh pernyataan Asuka Kirara sebelumnya, yang membenarkan bahwa pertemuan mereka hanya terjadi pada malam itu.
Dokumen Pemutusan Kontrak dan Tuntutan Agensi
Setelah rumor mulai diliput media, ONE HUNDRED selaku agensi saat itu memberikan dokumen pemutusan kontrak kepada Haknyeon untuk ditandatangani. Dalam dokumen tersebut, terdapat penalti dalam jumlah besar yang dinilai sangat memberatkan.
Haknyeon menolak menandatangani dokumen itu karena tidak mampu memenuhi tuntutan yang disampaikan. Ia menyatakan bahwa hal tersebut akan menghancurkan hidupnya secara finansial.
Beberapa minggu setelah penolakannya, pihak agensi mengajukan gugatan hukum sebesar 8 miliar won, jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan penalti sebelumnya.
Polisi Menyatakan Tidak Ada Bukti Pelanggaran
Haknyeon juga menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan menyeluruh terkait rumor yang berkembang. Hasilnya, tidak ditemukan bukti yang menunjukkan bahwa ia terlibat dalam tindakan ilegal.
Meski tuduhan tersebut sudah dinyatakan tidak terbukti, gugatan dari agensi tetap dilanjutkan. Menurut Haknyeon, hal ini membuatnya semakin merasa bahwa penyebaran rumor dan langkah hukum yang diambil perusahaan tidak sepenuhnya wajar.
Kecurigaan Terhadap Peran Agensi dalam Penyebaran Rumor
Dalam wawancara itu, Haknyeon menyatakan kekhawatirannya bahwa pihak perusahaan mungkin memiliki peran dalam penyebaran rumor. Ia menuturkan bahwa hanya agensi yang mengetahui detail kejadian tersebut, sementara informasi yang muncul di media terasa terlalu spesifik dan tidak sesuai fakta.
Ia merasa bahwa tindakan perusahaan setelah ia menolak pemutusan kontrak membuat situasinya semakin sulit. Meski begitu, ia memilih untuk mengungkap hal ini sebagai bentuk keterbukaan dan upaya agar situasi serupa tidak terjadi pada artis lain.
Harapan Haknyeon untuk Masa Depan dan Pesan bagi Artis Lain
Di akhir wawancaranya, Haknyeon menyampaikan bahwa ia ingin pengalaman ini menjadi pelajaran bagi artis lainnya. Ia berharap para artis dapat lebih berhati-hati dalam berurusan dengan kontrak dan sistem manajemen yang kurang transparan.
Haknyeon juga menegaskan bahwa klarifikasi ini bukan untuk menyalahkan pihak tertentu, tetapi untuk menjelaskan posisi dan fakta yang ia alami. Ia berharap publik dapat melihat kasus ini secara lebih objektif dan memahami keputusan serta langkah yang ia ambil selama proses ini.