Jennie BLACKPINK akan mengambil langkah hukum terhadap penyebaran informasi palsu dan konten manipulatif yang menargetkan dirinya. Agensinya, OA Entertainment, menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi terhadap pelanggaran tersebut.
Pada 18 Agustus, OA Entertainment merilis pernyataan resmi terkait tindakan hukum terhadap Jennie. Agensi mengatakan telah menemukan berbagai unggahan yang merugikan sang artis di media sosial dan komunitas online.
Tindakan tersebut mencakup penyebaran informasi palsu, pernyataan yang merusak nama baik, serta manipulasi foto dan video. Selain itu, agensi juga menyoroti konten yang dianggap melanggar privasi Jennie.
Jennie Tindakan Hukum Tanpa Toleransi
OA Entertainment kini bekerja sama dengan penasihat hukum untuk memantau berbagai platform. Bukti mengenai unggahan dan akun yang diduga melakukan pelanggaran juga sedang dikumpulkan.
Agensi menyatakan akan mengambil tindakan perdata dan pidana terhadap pelanggaran serius. Mereka juga menegaskan tidak akan melakukan penyelesaian atau memberikan toleransi dalam proses tersebut.
Selain itu, OA Entertainment sedang meninjau laporan yang diberikan oleh penggemar. Sistem pemantauan berkelanjutan juga akan diterapkan untuk melindungi Jennie dan para penggemarnya.
Kontroversi Setelah Summer Sonic 2026
Kontroversi ini muncul setelah penampilan Jennie di ZOZO Marine Stadium, Chiba, Jepang, pada 14 Agustus. Jennie menjadi salah satu penampil utama Summer Sonic 2026 dan membawakan pertunjukan solo selama sekitar satu jam.
Setelah penampilan tersebut, sejumlah rekaman mulai beredar di media sosial. Materi yang beredar kemudian menimbulkan perdebatan mengenai keaslian dan kemungkinan adanya penyuntingan digital.
Di tengah kontroversi, Jennie juga mengalami masalah teknis saat tampil di Osaka pada 16 Agustus. Mikrofon yang digunakannya sempat mengalami gangguan. Setelah pertunjukan, Jennie mengatakan bahwa ada berbagai momen tak terduga selama kegiatannya.
Dengan langkah ini, OA Entertainment akan terus memantau penyebaran konten yang merugikan Jennie. Agensi juga meminta penggemar membantu melaporkan materi yang melanggar hak sang artis.