
Kontroversi Baru dari ‘Chef in Antarctica’
Variety show MBC ‘Chef in Antarctica’ lagi-lagi kena hujat. Tim produksi dan sekitar 30 cast berangkat ke Stasiun King Sejong di Antartika tanpa bawa bahan makanan sama sekali. Alhasil, mereka ikut ngabisin stok yang udah minim sejak awal.
Selain itu, konsep acara yang katanya mau masak buat para pekerja stasiun malah dianggap memperburuk situasi.
Nama Baek Jong Won Ikut Terseret
Kontroversi ini makin rame karena nama Baek Jong Won kebawa lagi. Sebelumnya, ia juga pernah terseret isu lain seperti diskon berlebihan di restoran, meal kit yang kurang isi, dugaan eksploitasi siaran, sampai masalah bahan makanan.
Dengan adanya kasus baru ini, orang makin mempertanyakan etika produksi acara tersebut.
Stok Makanan di Stasiun King Sejong Sudah Menipis
Stasiun King Sejong biasanya dihuni 15–17 orang selama musim dingin. Namun, sekitar 100 peneliti datang di musim panas. Masalahnya, tim ‘Chef in Antarctica’ yang jumlahnya 30 orang ikut makan stok stasiun di bulan November—tepat sebelum pasokan baru tiba di Desember.
Akibatnya, konsumsi jadi naik drastis dan mempercepat habisnya persediaan.
Pengakuan Produser Soal Kondisi Lapangan
Produsernya, Hwang Soon Kyu, bahkan mengakui kondisi itu. Ia bilang mereka nggak bawa bahan dari Korea dan harus masak dari stok stasiun yang sudah hampir kosong.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa persediaan baru biasanya datang sekali setahun saat pergantian personel di bulan Desember. Karena mereka datang November, semuanya memang lagi serba minim.
Kondisi Stasiun Sudah Sulit Sejak Lama
Sebelumnya, kondisi kekurangan stok ini udah pernah dibahas. Lee Hee Young, koki stasiun, ungkap kalau pasokan tertunda hingga Januari, bikin mereka harus hemat banget. Ia bilang merencanakan makanan dengan stok minim itu capek dan penuh tekanan.
Selain itu, sayuran segar juga susah didapat, padahal penting buat nutrisi seperti kalsium, magnesium, dan vitamin D. Penelitian dari University of Melbourne juga menemukan bahwa banyak personel stasiun yang kekurangan nutrisi.
Dampak Kedatangan Tim Acara
Dengan lebih dari 30 orang tambahan tinggal untuk syuting, konsumsi makanan jadi melonjak. Situasi yang harusnya sudah hati-hati dalam pemakaian stok malah makin berat.
Akibatnya, publik menilai bahwa produksi acara kurang memikirkan kondisi stasiun yang sudah kesulitan sejak awal.
Reaksi Keras dari Warganet
Para netizen langsung ngegas. Ada yang sampai ngeganti judul acara jadi ‘Thief in Antarctica’ karena ngerasa tim produksi cuma ngambil manfaat tanpa mikir dampak.
Banyak juga yang bilang acara ini lebih merugikan daripada membantu, karena kebutuhan nutrisi personel stasiun jadi makin tertekan.