
Polisi berencana memanggil Bang Si Hyuk, bos besar HYBE, untuk dimintai keterangan terkait dugaan transaksi tidak wajar dalam proses IPO perusahaannya. Kabar ini pertama kali muncul dari sumber industri pada 21 Agustus.
Tuduhan Penipuan Investor Awal
Bang Si Hyuk dituduh menipu investor awal, termasuk modal ventura, sebelum IPO HYBE tahun 2019. Ia disebut mengatakan bahwa perusahaan tidak berencana go public. Namun, secara diam-diam, ia diduga mengatur penjualan saham ke mitra bisnis yang memiliki dana ekuitas swasta.
Setelah IPO, dana swasta tersebut menjual sahamnya. Bang disebut menerima 30% dari keuntungan penjualan itu melalui perjanjian bagi hasil. Meski begitu, Bang membantah tudingan tersebut. Menurutnya, tidak ada penipuan dan kesepakatan bagi hasil justru diusulkan oleh investor awal.
Kekhawatiran Investor Meski BTS Sukses
Pada 2017, HYBE—yang saat itu masih bernama Big Hit Entertainment—masih sangat bergantung pada BTS. Walaupun grup tersebut sudah mendunia dengan lagu seperti I NEED U, Spring Day, dan DNA, investor tetap khawatir. Mereka menyadari risiko tinggi jika hanya mengandalkan satu grup, terutama karena kewajiban wajib militer anggota BTS.
Upaya Menarik Investor Global
Alih-alih fokus IPO, internal HYBE kala itu lebih mengutamakan pendanaan global. Mereka berharap mendapatkan suntikan dana besar seperti yang dilakukan SoftBank ke Coupang. Dengan begitu, perusahaan dapat berkembang tanpa tekanan untuk go public.
Penjualan Saham Investor Awal
Karena risiko yang tinggi, beberapa investor awal memilih menjual sahamnya. Mereka meminta Bang Si Hyuk mencarikan pembeli. Pada 2018, HYBE menghubungi firma investasi dari AS dan Jepang. Namun, negosiasi tidak berjalan mulus karena kekhawatiran tentang ketergantungan pada BTS dan isu wajib militer.
Akhirnya, Bang menghubungkan mereka dengan Stick Investment dan Easton Equity Partners. Stick membeli 12,4% saham HYBE pada Oktober 2018 senilai 103,9 miliar KRW (sekitar $79,92 juta). Easton membeli 2,7% saham pada Juni 2019, lalu New Main Equity ikut membeli 8,7% saham pada November 2019.
Bang juga memberikan klausul perlindungan kerugian: jika IPO tidak terjadi sesuai jadwal, ia akan membeli kembali saham dengan harga lebih tinggi. Sebaliknya, jika IPO berhasil, ia akan mendapat 30% dari keuntungan investor. Hasilnya, investor awal meraup keuntungan besar, bahkan ada yang mencapai 20 kali lipat modal awal.
BTS Meledak, Strategi Berubah
Berbeda dengan kekhawatiran investor, BTS justru semakin mendunia dengan lagu seperti Boy With Luv (2019) dan Dynamite (2020). Grup ini juga menjadi artis Korea pertama yang menggelar konser solo di Stadion Wembley, London.
IPO HYBE Resmi Terjadi
Karena upaya pendanaan global gagal, HYBE akhirnya memilih jalur IPO. Mereka mengajukan proposal ke penjamin emisi pada Januari 2020 dan resmi go public pada Oktober 2020. IPO tersebut sangat sukses: harga saham perdana 135.000 KRW (sekitar $104) langsung naik dua kali lipat di hari pertama dan mencapai 421.500 KRW (sekitar $325) pada November 2021.
Perusahaan pun berganti nama menjadi HYBE pada Maret 2021. Meski ada investor awal yang menyesal karena melepas saham lebih cepat, pihak internal menyebut saat itu keputusan tersebut murni untuk mengurangi risiko. Tidak ada yang bisa memprediksi kesuksesan global BTS secara pasti.