Soyeon i-dle resmi comeback solo setelah menunggu lebih dari lima tahun. Pada 7 September pukul 18.00 KST, Soyeon merilis album penuh solo pertamanya yang bertajuk What a Wonderful Life.
Album tersebut menjadi rilisan solo pertama Soyeon sejak mini album Windy pada Juli 2021. Kali ini, ia menghadirkan warna musik yang lebih beragam di luar aktivitasnya bersama i-dle.
Melalui What a Wonderful Life, Soyeon juga menunjukkan perkembangan dirinya sebagai penulis lagu, komposer, dan produser.
Soyeon terlibat dalam seluruh lagu
Sebagai salah satu produser utama i-dle, Soyeon kembali memegang kendali kreatif dalam proyek solo ini. Ia ikut menulis dan menggubah seluruh lagu yang ada di dalam album.
What a Wonderful Life terdiri dari delapan lagu dengan karakter musik yang berbeda. Pendengar dapat menemukan elemen rock, hyperpop, disco, hingga musik dengan nuansa band yang lebih kuat.
Keragaman tersebut menjadi salah satu daya tarik utama album. Soyeon juga terlihat semakin berani mengeksplorasi berbagai genre dan gaya bermusik.
Lagu utama “I’m gonna TOESA” angkat tema pekerjaan
Lagu utama dalam album ini berjudul “I’m gonna TOESA (Narr. KIAN84)”. Lagu tersebut mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan banyak orang, yaitu keinginan untuk meninggalkan rutinitas pekerjaan.
Melalui liriknya, Soyeon menggambarkan rasa lelah dan frustrasi dalam menjalani kehidupan sebagai pekerja. Meski begitu, lagu ini tetap memiliki nuansa ringan dan menghibur.
Permainan instrumen band membuat lagu terasa hangat. Nuansa tersebut juga menjadi kontras dengan tema resign yang diangkat dalam liriknya.
MV “I’m gonna TOESA” hadir dengan nuansa drama Korea
Video musik “I’m gonna TOESA” membawa Soyeon ke dalam suasana drama Korea era 2000-an. Dalam video tersebut, ia memerankan seorang pekerja kantoran yang merasa jenuh dengan kehidupan sehari-harinya.
Karakter yang dimainkan Soyeon kemudian memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan tersebut. Setelah itu, ia mulai mengejar berbagai hal yang selama ini ingin dilakukan.
Kisah dalam video musik tidak hanya berfokus pada pekerjaan. Ada pula unsur percintaan dan berbagai impian yang ingin diwujudkan oleh karakter Soyeon.
Aktris senior Sunwoo Yong Nyeo turut tampil sebagai cameo. Kehadirannya memberikan sentuhan nostalgia sekaligus membuat video musik terasa semakin menghibur.
Delapan lagu hadir dengan warna berbeda
Selain lagu utama, What a Wonderful Life memiliki beberapa lagu yang sudah lebih dulu menarik perhatian penggemar.
Salah satunya adalah “icebluerabbit”. Soyeon sebelumnya membawakan lagu tersebut dalam rangkaian 2026 i-dle WORLD TOUR [Syncopation].
Kemudian, ada lagu EDM berjudul “STAR”. Lagu tersebut juga sudah lebih dulu mendapatkan video musik melalui media sosial.
Sementara itu, “Hate veggie song” menawarkan konsep yang lebih playful. Lagu ini memiliki nuansa unik yang terinspirasi dari anime.
Berikutnya, “Bankroll” mengusung warna rock dengan lirik yang tajam. Lagu tersebut juga menonjolkan karakter vokal Soyeon yang kuat.
Ada pula “Amigo (Feat. Minsu)” yang menggunakan sampel dari lagu Madonna, “Like a Virgin”. Sampel tersebut kemudian dipadukan dengan produksi minimalis bernuansa retro.
Untuk sisi emosional, Soyeon menghadirkan “Would you love me” dan “Goodbye, Romance”. Lagu “Would you love me” mengeksplorasi kerentanan dalam hubungan romantis.
Sementara itu, “Goodbye, Romance” menggunakan nuansa gitar untuk menggambarkan rasa rindu dan penyesalan setelah sebuah hubungan berakhir.
Soyeon tunjukkan perkembangan sebagai solois
Sejak debut bersama i-dle, Soyeon dikenal sebagai idol K-pop yang aktif terlibat dalam proses pembuatan musik. Ia tidak hanya menulis lagu untuk grupnya, tetapi juga terlibat dalam berbagai proyek produksi.
Pengalaman tersebut terlihat dalam album What a Wonderful Life. Soyeon mampu memadukan berbagai genre tanpa kehilangan karakter musiknya sendiri.
Soyeon comeback solo setelah lima tahun sekaligus menjadi kesempatan untuk memperlihatkan sisi musikal yang lebih luas. Album ini menunjukkan keberaniannya dalam mencoba konsep dan suara baru.
Dengan delapan lagu yang memiliki karakter berbeda, What a Wonderful Life menjadi gambaran perkembangan Soyeon sebagai musisi.
Setelah perilisan album, Soyeon dijadwalkan melanjutkan promosi solonya melalui berbagai acara musik dan program hiburan di Korea Selatan.