
Pada 13 Januari, ADOR dilaporkan mengajukan perintah ke Pengadilan Distrik Pusat Seoul untuk melarang NewJeans menandatangani kontrak iklan secara independen. Menurut agensi, langkah ini diambil untuk mencegah kebingungan dan potensi kerugian bagi pihak ketiga, termasuk pengiklan, karena anggota NewJeans diduga terus menghubungi pengiklan meski kontrak eksklusif mereka dianggap masih berlaku.
ADOR menegaskan bahwa mereka telah mendukung penuh kegiatan NewJeans dan berkomitmen untuk terus melakukannya. Mereka juga menegaskan posisi bahwa kontrak eksklusif dengan grup tersebut tetap sah.
Tindakan ini menuai reaksi beragam dari netizen Korea. Banyak yang mengecam langkah ADOR, menyebutnya “tidak masuk akal” dan “menyiksa idola muda.” Beberapa komentar menyatakan frustrasi, seperti: “Apakah mereka berpikir langkah ini akan berhasil?” dan “Ini hanya kekacauan ADOR dan HYBE.”
Namun, ada pula yang meminta penyelesaian secara hukum, menyebut gugatan ini sebagai langkah yang wajar untuk mengklarifikasi situasi. Sejumlah netizen bahkan mengungkapkan kelelahan dan rasa jijik terhadap konflik yang terus berlanjut. Beberapa mengumumkan boikot terhadap semua grup HYBE sebagai bentuk protes.
Kontroversi ini menimbulkan kekhawatiran lebih luas tentang hubungan antara agensi dan artis, serta dampaknya terhadap industri hiburan dan penggemar.